5 Indikator Bitcoin Terbaik Versi Para Pakar

5 Indikator Bitcoin Terbaik Versi Para Pakar

Indikator teknikal rupanya tak hanya digunakan untuk trading forex atau saham saja. Di pasar Bitcoin, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa indikator Bitcoin terbaik menurut para pakar berikut ini.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa trading Bitcoin itu sangat menggiurkan. Nilainya yang fantastis membuat banyak trader ingin memilikinya. Untuk itu, dalam trading Bitcoin, mereka pasti membutuhkan indikator terbaik untuk membantu mereka memprediksi pergerakan harganya. Apa saja sih indikator Bitcoin terbaik itu?

Indikator Teknikal untuk Bitcoin

Mendengar nama indikator teknikal, telinga kita pastinya sudah tidak asing lagi. Sebenarnya, apa sih indikator teknikal itu? Indikator teknikal dikenal sebagai sebuah formula matematis yang digunakan untuk mengamati pasar. Dalam dunia forex atau saham, indikator ini pastinya tidak luput digunakan oleh para trader. Lantas, bagaimanakah indikator teknikal pada Bitcoin?

5 Indikator Terbaik untuk Trading Bitcoin

Pada dasarnya, indikator pada Bitcoin sama dengan forex dan saham. Fungsi utamanya pun sama, yaitu untuk menganalisa pergerakan harga, mengukur volatilitas, dan mengidentifikasi level-level penting yang bisa menjadi target entry ataupun exit.

Jadi, wajar jika ada banyak jenis indikator teknikal yang bisa Anda manfaatkan untuk trading. Moving Average, MACD (Moving Average Convergence/Divergence), Bollinger Bands, dan Average True Range Oscillator, adalah sebagian kecil indikator yang bisa digunakan. Namun, kita sebagai seorang trader pastinya menginginkan jenis indikator terbaik. Nah, menurut para ahli, berikut 5 indikator Bitcoin terbaik versi mereka.

1. Moving Average

Salah satu trader bernama Joe Lee menyebutkan bahwa Moving Average (MA) merupakan salah satu indikator terbaik untuk trading Bitcoin. Indikator teknikal favoritnya ini dinilai mampu menunjukkan arah pergerakan harga dengan lebih mudah, sehingga akan "menghindarkan" Anda dari spekulasi.

Bagaimana cara Joe Lee bekerja dengan MA ini? Rupanya, ia memanfaatkan hasil rerata Moving Average untuk mengidentifikasi tren Bitcoin. Katakanlah Anda memanfaatkan Moving Average berperiode 5 dan 10. Jika suatu waktu terjadi persilangan di antara kedua garis MA periode tersebut, Anda bisa bersiap untuk membuka posisi sesuai aturan trading.

Moving Average

(Baca Juga: 3 Cara Trading Dengan Moving Averages)

2. Simple Moving Average Periode Besar

Lagi dan lagi, Moving Average dinilai masih menjadi indikator Bitcoin terbaik untuk bertrading. Nah, kali ini, seorang CEO dan pendiri mata uang digital CryptoCompare bernama Charles Hayter mencermati bahwa MA jenis Simple Moving Average (SMA) bisa memberikan konfirmasi yang lebih menjanjikan, utamanya SMA dengan periode besar. Lantas, seperti apa SMA periode besar itu? Biasanya, SMA periode besar yang dijadikan standar adalah SMA-200 sebagai Support Resistance dinamis.

SMA 200

Namun, pasar Bitcoin ini sangatlah volatile, sehingga penggunaan SMA-10 dan SMA-20 dinilai masih diperlukan untuk memperoleh proyeksi yang lebih akurat dalam mencari peluang trading.

3. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Indikator Bitcoin terbaik berikutnya adalah Moving Average Convergence Divergence (MACD). Indikator ini dinilai sedikit lebih kompleks dari SMA. Menurut Charles Hayter, indikator MACD ini seperti Oscillator momentum yang menggabungkan beberapa Moving Average untuk mengetahui perubahan tren.

Pada dasarnya, perhitungan MACD dan MA itu hampir sama. Akan tetapi, MACD memberikan bobot yang lebih besar pada data harga. Kelebihan ini akan mengurangi sisi lagging MA yang dapat membantu trader melakukan Open posisi secara lebih cepat.

Kelebihan MACD yang lain adalah dapat menampilkan crossing (perpotongan) sinyal dan punya chart histogram untuk mengukur kekuatan tren (momentum).

indikator macd

(Baca Juga: Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya)

4. Relative Strength Index (RSI)

Indikator Relative Strength Index biasa digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai Bitcoin sedang overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). Adapun batas standard oversold berada di area 30 ke bawah, sementara untuk overbought berkisar di batas 70 ke atas.

Indikator RSI

5. Awan Ichimoku Kinko Hyo

Ichimoku Kinko Hyo adalah salah satu indikator terbaik Bitcoin yang bisa menampilkan area Support dan Resistance melalui "awan-awannya". Ketika tren harga masih bullish, awan Ichimoku akan berada di bawah candlestick dan berfungsi sebagai Support. Begitupun sebaliknya jika harga masih bearish, awan tersebut akan berada di atas candlestick dan berfungsi sebagai Resistance.

Awan Ichimoku

Penggunaan Indikator Teknikal, Efektifkah?

Nah, Anda pasti bertanya-tanya, efektifkah menggunakan indikator di atas untuk trading Bitcoin? Sebenarnya, dalam trading sendiri, perolehan loss dan profit ditentukan dari cara Anda bermain. Kendati demikian, ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan penggunaan indikator teknikal dalam trading Bitcoin, di antaranya:

1. Berhati-hatilah Karena Indikator Bersifat Lagging

Anda disarankan untuk lebih bijak dalam membuat keputusan entry maupun exit. Jangan sepenuhnya berpaku pada indikator! Ada beberapa indikator teknikal yang sifatnya lagging, salah satunya adalah Moving Average.

Menurut Petar Zivkovski, COO platform Whalecub, indikator lagging tidak memberikan informasi/nilai yang sama. Sejalan dengan pengertian ini, indikator Moving Average cenderung memberikan informasi harga yang telah terjadi. Jadi, informasi yang Anda dapatkan akan lebih lambat dari sinyal/harga yang sedang terbentuk.

2. Kuasai Sentimen Pasar

Zivkovski juga mengungkapkan bahwa analisa teknikal merupakan cara yang cukup efektif bagi mayoritas trader. Makin sederhana sebuah indikator, makin banyak trader yang menggunakannya.

Namun, penggunaan indikator saja belum cukup. Seperti yang kita ketahui, pasar finansial itu mudah sekali dikendalikan oleh isu-isu yang sedang terjadi. Oleh karena itu, selain menggunakan indikator Bitcoin terbaik, Anda juga disarankan untuk mengetahui perkembangan berita kripto yang sedang hangat guna mengantisipasi pergerakan harga Bitcoin yang bisa berubah tiba-tiba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *