Rekomendasi Indikator Trading yang Paling Akurat

Rekomendasi Indikator Trading yang Paling Akurat

Rekomendasi Indikator Trading yang Paling Akurat

Dalam menjalani trading, terdapat banyak sekali indikator yang bisa kita gunakan. Namun tentu saja anda juga harus mengetahui apa saja sih indikator trading yang paling akurat untuk bisa menghasilkan keuntungan dan mendatangkan profit harian. Keberadaan dari indikator dalam dunia trading ini membawa peran yang sangat vital bahkan sangat signifikan, terutama untuk anda yang ingin mendapatkan profit harian rutin.

Oleh sebab itu, ada banyak juga para trader yang sedang mencari rekomendasi indikator trading yang paling akurat. Tentu saja anda juga tahu dan sadar bahwa indikator dalam analisis teknikal merupakan formula matematis yang berguna untuk mengetahui kira-kira seperti apa dan bagaimana kondisi pasar nantinya.

Selain itu keberadaan dari indikator juga bisa membantu memberikan sinyal apakah waktunya untuk melakukan jual atau beli. Dimana saat ini ada banyak sekali indikator yang sudah dibuat. Namun tentu saja setiap indikator mempunyai karakter dan juga cara penggunaan yang berbeda-beda.

Indikator Trading yang Paling Akurat Terbaru 2022

Kegagalan demi kegagalan dalam bermain trading tentu saja memaksa anda untuk mencari indikator yang paling baik agar anda dapat sukses menjalani usaha trading. Oleh sebab itu tidak jarang anda juga akan berusaha keras untuk melakukan pengaturan indikator agar bisa memberikan nilai yang tepat tanpa terdapat kesalahan.

Namun hasil yang didapatkan ternyata tidak memuaskan. Daripada anda kembali mengalami kegagalan dan kegagalan, pernahkah anda berpikir bahwa yang salah bukan pada tekniknya, namun pada indikator yang anda gunakan?

Nah untuk itu, untuk menambah informasi anda dalam dunia trading. Berikut dibawah ini sudah saya tuliskan beberapa rekomendasi indikator trading yang paling akurat.

1. Moving Average

Indikator trading yang paling akurat pertama adalah Moving Average. Dimana Moving Average merupakan indikator yang bisa membantu anda dalam menghitung pergerakan harga rata-rata di suatu saham dan dalam suatu rentang waktu, misalnya dalam kurun waktu 15 hari atau biasa dikenal dengan nama MA50 di kalangan trader.

Memang tidak bisa dibantah lagi jika Moving Average menjadi indikator yang paling populer digunakan oleh para trader. Hal ini karena memang Moving Average memiliki konsep yang sederhana dibandingkan indikator lainnya.

Cara penggunaan dari indikator ini adalah dengan cara melihat posisi harga kemudian dibandingkan dengan MA50. JIka ternyata grafik harga memotong ke atas, maka itu merupakan kode dari sinyal beli. Begitu juga sebaliknya, jika ternyata grafik memotong MA50 ke bawah, maka itu adalah tanda dari sinyal jual.

2. Relative Strength Index (RSI)

Selanjutnya ada Relative Strength Index (RSI) yang menjadi indikator untuk menghitung perbandingan antara daya tarik kenaikan dan juga penurunan harga, nilai dari RSI ini berkisar antara 0 sampai 100. DEngan menggunakan RSI, anda bisa dengan mudah mengetahui apakah harga dari suatu komoditi sudah overbought atau oversold.

Pada prinsip penggunaanya penggunaan RSI ini juga sangat mudah, apabila RSI memiliki nilai tinggi (diatas 70) maka artinya pasar sudah overbought atau jenuh beli, sehingga potensialnya akan turun dan saat yang tepat untuk anda memilih jual. Begitu juga sebaliknya, jika nilai RSI rendah (dibawah 40) artinya pasar sudah oversold atau jenuh jual, sehingga akan terdapat potensi naik dan waktu yang tepat untuk beli.

3. Stochastic

Stochastic merupakan indikator yang menunjukan lokasi harga penutupan terakhir yang dibandingkan dengan range harga terendah atau tertinggi di dalam periode waktu tertentu. Stochastic sendiri dikembangkan oleh George C Lane di tahun 1950an.

Hingga sekarang ini, terdapat tiga jenis Stochastic yang dikenal di kalangan trader seperti Fast, Slow dan full. Penggunaan indikator Stochastic ini juga sangat mudah, anda hanya perlu melihat garis berwarna biru dan merah.

Jika garis merah memotong, kemudian garis biru menunjukan grafik ke atas maka itu adalah kode waktu yang tepat untuk beli. Sementara jika garis berwarna merah memotong, kemudian garis berwarna biru mengarah ke bawah, itu adalah sinyal untuk jual.

4. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Selanjutnya ada Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang menjadi indikator dengan fungsi untuk membantu menunjukan para trader terhadap trend yang sedang terjadi. Indikator ini juga bisa membantu kalangan trader dalam memberikan sinyal apakah beli atau jual.

Di dalam Moving Average Convergence Divergence (MACD) sendiri terdapat dua garis yang bisa anda lihat yakni Signal Line dan juga MACD Line. Apabila nilai dari MACD positif ( di atas nol), maka pasar bersifat bullish, sinyal menunjukan beli. Sedangkan jika nilai MACD ternyata negatif (di bawah nol), berarti pasar bersifat bearish, sinyal menunjukan jual.

5. Simple Moving Average

Indikator trading yang paling akurat terakhir adalah Simple Moving Average atau SMA. Dimana indikator ini banyak digunakan karena memiliki popularitas yang sangat tingg. Sehingga banyak para trader yang memanfaatkan indikator ini untuk mendapatkan sinyal apakah jual atau beli. INdikator ini juga sering digunakan oleh para trader dalam menentukan strategi apa yang kira-kira digunakan dalam pembelian dan juga penjualan.

Simple Moving Average sendiri banyak dimanfaatkan para trader dalam melakukan trading tren. Sebab anda harus menunggu tren sampai terbentuk, jadi walaupun tergolong sebagai indikator yang akurat anda tetap tidak boleh sembarangan dalam melakukan open posisi.

Perhatikan indikator, ika harga kembali tertarik sesuai dengan pergerakan harganya, maka sinyal akan tampak. Cara ini biasa nya dilakukan oleh para trader untuk bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

Nah itulah beberapa rekomendasi indikator trading yang paling akurat, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *