Panduan Membuat Jurnal Trading Untuk Trader Pemula

Panduan Membuat Jurnal Trading Untuk Trader Pemula

Kebanyakan trader pemula belum menyadari pentingnya membuat jurnal trading. Padahal, mereka bisa meningkatkan potensi melalui cara ini. Bagaimana cara membuatnya?

Jurnal trading merupakan catatan seluruh hasil trading yang dilakukan sesuai dengan rencana trading. Biasanya, trader membuat jurnal trading dengan menulis riwayat level entry, exit, stop loss, target profit, dan lain-lain.Membuat jurnal trading merupakan aspek penting karena bisa membantu trader melacak kesukseksan setup tradingnya.

Membuat jurnal trading untuk pemula

Jika diuraikan lebih lanjut, berikut adalah 2 manfaat utama membuat jurnal trading yang perlu Anda ketahui:

Tujuan utama membuat jurnal trading adalah untuk memudahkan trader dalam memeriksa kembali metode trading. Jurnal ini berisi kilas balik tentang sistem trading yang mereka gunakan dan bagaimana mereka bekerja saat kondisi pasar berubah. Jurnal ini juga berguna untuk melihat kinerja sistem di time frame yang berbeda-beda. Dengan demikian, jika terjadi kerugian, trader bisa belajar dari kesalahan sebelumnya dan mengkoreksi kesalahan tersebut agar tidak terulang kembali.

Melalui jurnal trading, trader juga bisa melihat dampak dari keputusan yang dibuatnya saat itu. Misalnya take profit terlalu cepat, atau rugi karena tidak memasang stop loss dengan benar. Selain itu, trader bisa meninjau kerja sistem trading mereka secara periodik, dan mencari tahu apakah langkah yang dipilih sudah benar atau tidak. Karena itu, umumnya jurnal trading lebih cocok digunakan untuk trading jangka menengah atau panjang.

Membuat jurnal trading dapat mengubah kebiasaan trader dari destruktif menjadi konstruktif. Maksudnya, trader akan lebih bijak dalam membuat keputusan trading, dan lebih pandai dalam mengatur emosi trading. Jurnal trading juga memiliki fungsi untuk membantu trader merencanakan trading. Dengan demikian, trader bisa mengatur pola trading dengan lebih profesional dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Melalui jurnal trading yang dirancang secara komprehensif dan detail, trader bisa mendapatkan statistik trading yang dibutuhkan sehingga bisa menyediakan solusi untuk masalah-masalah yang muncul. Mereka juga bisa mendapatkan feedback dari setiap transaksi untuk mengembangkan dan memperbaiki skill trading.

Poin Penting Dalam Jurnal Trading

Jurnal trading pada dasarnya berfungsi untuk memudahkan trader melakukan review dari setiap transaksi, melihat performa suatu strategi, serta mengamati kondisi pasar. Ada banyak cara membuat jurnal trading, salah satunya adalah dalam bentuk tabel untuk memudahkan pengamatan. Berikut adalah hal-hal esensial yang biasanya dicatat dalam sebuah jurnal trading:

Cara membuat jurnal trading

1. Waktu Transaksi

Pada bagian ini, trader mencatat rincian waktu trading. Misalnya tanggal dan jam saat membuka posisi trading, begitu juga kapan saat melakukan modifikasi atau menutup posisi tersebut. Tujuannya adalah untuk mengetahui kapan kegiatan trading dilakukan.

2. Aset

Selain mencatat waktu transaksi, tulis juga aset yang diperdagangkan. Misalnya, jika trading di pasar forex, catatlah pair apa yang diperdagangkan. Jika trader menggunakan pair yang berbeda dari waktu ke waktu, pencatatan aset dalam jurnal trading bisa membantu trader memahami pair mana saja yang efektif dalam kondisi pasar tertentu.

3. Posisi Jual dan Beli

Jangan lupa untuk mencatat posisi jual dan beli yang digunakan pada saat trading. Fungsinya adalah sebagai bahan evaluasi di masa depan. Catat dengan detail posisi apa yang dipasang (buy atau sell), lengkap dengan level entry-nya.

4. Lot

Lot adalah satuan satuan yang digunakan untuk menyebut volume transaksi dalam perdagangan forex. Semakin besar lot, risiko trading juga semakin besar. Pencatatan lot atau jumlah posisi yang digunakan juga penting sebagai bahan evaluasi nanti.

5. Modal

Modal merupakan salah satu faktor yang penting untuk dicatat dalam jurnal trading. Dengan mencatat berapa modal yang dirisikokan dalam trading, Anda bisa mengetahui berapa besar kerugian atau keuntungan yang didapat.

6. Target Profit dan Stop Loss

Ketiga faktor ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu trading. Target profit dan Stop Loss harus ditentukan sebelum open posisi karena bisa membantu pengujian risk to reward ratio.

7. Perolehan Pips

Pip adalah singkatan dari Point in Percentage, dan merupakan satuan untuk melambangkan perubahan harga dalam trading forex. Catat berapa perolehan pips yang diperoleh dalam satu kegiatan trading. Hal ini bisa menjadi acuan apakah setup trading yang digunakan berhasil atau gagal.

8. Profit dan Loss

Sangat penting untuk mencatat jumlah profit yang didapatkan dalam sekali trading, begitu pun dengan kerugiannya. Hal ini dapat membantu trader untuk memantau tingkat profit maupun loss di setiap transaksi, dan berfungsi sebagai sarana evaluasi strategi trading yang digunakan.

9. Exit Date

Catat juga tanggal saat exit dari posisi trading. Gunanya agar trader tidak lupa bahwa posisi tersebut telah ditutup dan tidak berjalan lagi. Selain itu, tanggal exit dapat merangkum periode transaksi dalam penggunaan strategi, sehingga trader bisa menyimpulkan apakah teknik trading yang dilakukan sudah tepat sasaran atau tidak.

Berikut ini contoh jurnal trading dalam bentuk tabel menggunakan poin-poin di atas.

Contoh cara membuat jurnal trading

Kunci Sukses Membuat Jurnal Trading

Setiap trader memiliki gaya trading yang berbeda-beda satu sama lain. Aspek yang penting untuk satu trader, belum tentu sama pentingnya untuk trader lainnya. Cara membuat format jurnal trading di atas hanyalah gambaran secara umum saja. Nantinya, trader bisa mengubah format jurnal sesuai selera dan kebutuhannya masing-masing. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang harus diingat oleh semua trader dalam membuat jurnal trading:

1. Pastikan Semua Poin Penting Tercatat

Salah satu cara membuat jurnal trading yang efektif adalah mencatat harga entry dan exit trading, serta berapa besar profit maupun loss yang diperoleh. Meski jurnal trading bebas divariasikan, namun kedua poin ini tak boleh dilupakan karena merupakan informasi inti untuk melakukan evaluasi.

2. Buat Sesederhana Mungkin

Saat membuat jurnal trading, pastikan format yang dipakai sederhana dan mudah untuk dipahami. Hal ini sangat penting terutama bagi trader pemula yang pemahamannya masih terbatas. Dengan jurnal trading yang simpel dan tidak terlalu kompleks, trader pemula bisa mencatat membaca ulang jurnal dengan mudah.

3. Tambahkan Info Ekstra Jika Perlu

Sediakan juga kolom tambahan ketika membuat jurnal trading untuk mencatat informasi-informasi tambahan yang perlu diperhatikan saat evaluasi. Misalnya: alasan saat membuka posisi, indikator apa yang digunakan ketika trading, apa yang menyebabkan posisi ditutup lebih awal, dlsbg. Perubahan kondisi pasar juga bisa dimasukkan dalam aspek ini, karena adanya berita fundamental kadang tidak bisa diprediksi dan bisa memicu volatilitas pasar.

Kesimpulan

Membuat jurnal trading sangat penting untuk pengembangan kemampuan trader. Jurnal trading umumnya berisi detail-detail seperti posisi yang dibuka, harga entry, take profit dan stop loss, serta keuntungan dan kerugian yang didapatkan. Ketika terjadi loss, trader bisa mengevaluasi kesalahan yang mereka lakukan dalam satu periode trading, sehingga mereka bisa membuat setup trading yang lebih baik dari sebelumnya. Pada dasarnya, tidak ada aturan tetap untuk membuat jurnal trading. Namun, ada beberapa poin yang tak boleh dilewatkan seperti harga entry dan exit, serta seberapa besar profit maupun loss yang didapat.

Sebelum membuat jurnal trading, trader wajib membuat trading plan agar analisa dan eksekusi yang diterapkan terencana dengan baik. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan saat membuat trading plan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *