ABC Trading di Pasar Finansial

ABC Trading di Pasar Finansial

ABC Trading di Pasar Finansial

Setiap trader, apa pun pengalaman atau latar belakangnya, paham bahwa membekali diri dengan sistem trading yang solid adalah wajib hukumnya demi mencapai sukses di pasar forex. Yang saya maksud dengan sistem trading yang solid adalah sistem yang telah diuji dan dibuktikan, dengan rekam jejak yang telah terbukti menghasilkan profit dan meminimalkan kerugian di saat yang sama. Sistem trading yang andal adalah sistem yang ditentukan oleh tren; dengan kata lain, sistem yang mengikuti tren. Karena tren lebih mungkin berlanjut ke arah tertentu, pendekatan yang mengikuti tren lebih disukai dibandingkan jenis sistem lainnya. Dalam jenis sistem ini, titik masuk dan keluar sebuah posisi ditentukan oleh aturan eksplisit.

Mencari Titik Masuk yang "Sempurna"

Trader yang baru mengenal sistem trading biasanya menghabiskan banyak waktu untuk mencari titik masuk yang ideal di pasar. Mereka mencari titik masuk yang "Sempurna Tanpa Cela", dan kemudian sering kecewa dan kebingungan oleh banyaknya perangkat teknikal yang dapat digunakan untuk menyisir seluruh kemungkinan yang ada. Kenyataannya, tujuan trader yang mengikuti tren seharusnya adalah mengidentifikasi tren sejak awal, sebelum berkembang menjadi tren yang matang. Begitu trader menguasai keterampilan ini, trader mulai mendapatkan pengalaman yang dibutuhkan untuk langsung mengenali tren - misalnya pola reversal dengan probabilitas tinggi.

Contoh tipe pola ini antara lain Head and Shoulders, Double Top, Triple Top, Inverse Head and Shoulders, Double Bottom, dan Triple Bottom. Semua pola ini dapat dikenali di grafik harga. Berkaitan dengan pola reversal, ketentuan awal ini harus selalu diingat: trader harus terlebih dahulu mengidentifikasi tren yang ada sebelum mencari pola reversal. Trader pemula juga sering jatuh dalam perangkap mencari reversal dalam suatu rentang.

Stop-Loss Sebagai Perlindungan

Setiap sistem trading yang serius harus dirancang untuk melindungi modal trader. Salah satu cara untuk memastikannya adalah menggunakan stop-loss. Contohnya, stop-loss awal berdasarkan reversal yang relevan yang telah memicu titik masuk.

Lebih tepatnya, stop-loss awal yang ditempatkan pada bagian atas pola reversal akan dibutuhkan untuk masuk ke pasar dengan waktu singkat.

Sebaliknya, stop-loss awal akan perlu ditempatkan pada bagian bawah formasi reversal untuk masuk ke pasar dalam waktu panjang.

Pada dasarnya, tujuan terpenting dari stop-loss adalah melindungi trader dari pergerakan harga yang mendadak dan tak terduga.

Take-Profit

Konsep profit adalah hal yang membedakan antara trader pemula dan profesional. Trader pemula biasanya berupaya untuk mencari titik masuk yang sempurna, sementara trader berpengalaman lebih memperhatikan metode take-profit.

Berkaitan dengan teknik take-profit, hal yang jelas memberi keuntungan terbesar adalah reversal dengan arah yang berlawanan.

Begitu alasan untuk bertahan di pasar sudah tidak ada lagi, seluruh posisi terbuka ditutup dan potensi profit diambil. Masalahnya, keadaan ini tidak muncul cukup sering di grafik harga untuk dapat dijadikan satu-satunya andalan. Kekurangan lainnya adalah teknik ini juga memiliki drawdown besar. Ini dapat memiliki konsekuensi negatif terhadap psikologi trader dan mengakibatkan kekacauan.

Teknik take-profit populer yang banyak dipilih trader adalah "trailing stop-loss" yang otomatis disesuaikan menurut arah tren utama selama pergerakan pasar. Dengan metode ini, potensi profit untuk menghasilkan jumlah yang lebih kecil dibandingkan menutup seluruh posisi pada saat reversal ke arah yang berlawanan, namun drawdown juga lebih kecil.

Menetapkan level take-profit di awal dan mengunci profit begitu level ini tercapai adalah teknik populer lainnya. Menghitung level yang ditetapkan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang populer adalah menggunakan level Fibonacci (1.618, 2.618, dan 4.236). Walaupun teknik ini mungkin memberi profit yang lebih kecil dibandingkan menutup posisi keseluruhan pada saat reversal ke arah yang berlawanan, tapi teknik ini juga mengurangi drawdown sehingga sangat positif untuk psikologi trader.

Rangkuman

Dalam trading di pasar finansial, trader harus memiliki sistem trading solid yang mengandalkan teknik yang mengikuti tren serta strategi masuk dan keluar yang jelas. Menempatkan stop-loss pelindung amat penting demi keamanan modal trader, walaupun trader pemula biasanya masih sulit menerima kerugian.

Take-profit sama pentingnya dengan stop-loss untuk mengelola drawdown dan menjaga psikologi trader, tetap dengan fokus utama menghasilkan lebih banyak profit.

Di pasar hari ini yang lebih rentan mengalami level volatilitas yang tinggi dan pergerakan harga yang tak terduga, sistem trading yang andal dengan persentase untung vs rugi yang lebih tinggi lebih disukai bahkan jika profit yang dihasilkan lebih kecil.

Tujuan utama bagi setiap trader adalah melindungi modal - itu pasti! Jangan khawatir, pasar masih akan buka esok hari dan peluang trading tak akan pernah habis.

Disklaimer: Konten artikel ini memuat opini dan ide pribadi. Konten ini tidak boleh dianggap memuat saran investasi dan/atau penawaran transaksi apa pun. Konten ini tidak mengimplikasikan kewajiban untuk membeli layanan investasi dan tidak pula menjamin atau memprediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin keakuratan, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.

Peringatan Risiko: Perdagangan produk dengan leverage seperti forex dan CFD melibatkan risiko tingkat tinggi. Jangan pertaruhkan modal apabila kerugiannya tidak dapat Anda tanggung. Kerugian yang lebih besar dari investasi awal Anda dapat saja terjadi. Jangan melakukan perdagangan sebelum Anda memahami secara menyeluruh derajat eksposur sesungguhnya akan risiko kerugian. Selalu perhatikan tingkat pengalaman Anda saat melakukan perdagangan. Harap cari saran finansial independen apabila Anda belum memahami sepenuhnya tentang risiko yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *