5 Perbedaan Trading dan Investasi, Pemula Harus Pilih yang Mana?

5 Perbedaan Trading dan Investasi, Pemula Harus Pilih yang Mana?

5 Perbedaan Trading dan Investasi, Pemula Harus Pilih yang Mana?

Di era sekarang ini, terdapat banyak cara untuk menghasilkan keuntungan lewat pasar modal, salah satunya melalui kegiatan trading dan investasi.

Namun, beberapa orang yang baru saja terjun dalam dunia pasar modal kerap kali mengira bahwa trading dan investasi adalah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki beberapa perbedaan yang signifikan, lo!

Nah, apa sajakah perbedaan antara trading dan investasi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Perbedaan Tujuan Trading dan Investasi

Trading

Tujuan antara trading dan investasi

Perbedaan pertama dari trading dan investasi adalah dari segi tujuan. Secara umum, tujuan seseorang melakukan transaksi di pasar modal adalah untuk mendapatkan keuntungan atau take profit. Namun, sebenarnya kedua transaksi tersebut memiliki tujuan khusus masing-masing sebagai berikut:

  • Melakukan pembelian di harga terendah dan menjual di harga tertinggi.
  • Mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang relatif singkat.
  • Menurut PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Nomor 13, tujuan investasi adalah untuk mengembangkan kekayaan (acceleration of wealth) yang dapat diperoleh melalui hasil investasi, seperti bunga, dividen, dan royalti.
  • Menurut Martono dan D. Agus Harjito (2002), keduanya merumuskan bahwa tujuan dari investasi yakni sebagai sarana penanaman modal dari suatu perusahaan pada sebuah aset dengan harapan akan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.
  • Menurut Husnan (1996), menyatakan bahwa tujuan seseorang melakukan investasi adalah untuk memperoleh manfaat di masa mendatang dengan cara mempersiapkannya sejak dini. Sebagai contoh, seseorang akan mendapat keuntungan di masa depan yang berasal dari pembangunan infrastruktur di masa sekarang.

Singkatnya, trading bertujuan untuk mencari keuntungan dalam waktu yang singkat, sedangkan investasi memiliki tujuan untuk mendapatkan profit dalam rentang waktu yang lebih lama.

2. Jangka Waktu Trading dan Investasi

Trading

Perbedaan jangka waktu trading dan investasi

Perbedaan mendasar berikutnya, yakni dari segi jangka waktu trading dan investasi. Seorang trader akan melakukan transaksi dalam jangka waktu yang singkat (tidak lebih dari 6 bulan), sedangkan investor akan menjalankan transaksi pada kurun waktu yang relatif panjang (minimal satu tahun atau kurang).

3. Kategori Trader dan Investor

Trading

Perbedaan kategori trader dan investor

Berdasarkan jangka waktunya, trader dan investor terbagi dalam beberapa kategori, yakni sebagai berikut:

Scalper merupakan istilah yang diberikan untuk para trader yang melakukan transaksi dalam waktu paling singkat, yakni hanya dalam hitungan detik, menit, atau jam.

Meski seorang scalper dapat meraih banyak keuntungan secara cepat, kegiatan scalping tidak direkomendasikan untuk para pemula karena butuh strategi dan jam terbang yang tinggi.

Kategori trader ini tidak akan menyimpan aset atau saham yang mereka beli. Artinya, mereka harus menjual semua sahamnya sebelum jam tutup market pada hari itu.

Biasanya, kegiatan transaksi day trader berlangsung selama 5 sampai 30 menit atau 1 sampai 4 jam. Tidak peduli untung atau rugi, day trader akan tetap menjual saham yang mereka miliki. Prinsipnya, ketika market tutup maka tidak ada saham lagi di tangan mereka.

Kategori trader ini memiliki jangka waktu yang paling lama dibandingkan dua kategori sebelumnya. Swing trader biasanya melakukan transaksi mulai dari harian, mingguan, hingga bulanan.

Kategori trader yang terakhir ini memiliki rentang waktu yang paling lama dan mendekati jangka waktu investasi. Umumnya, position trader akan melakukan transaksi selama satu hingga enam bulan.

  • Investor Jangka Pendek (kurang dari 1 tahun).
  • Jangka Menengah (1—5 tahun).
  • Jangka Panjang (lebih dari 5 tahun).

4. Perbedaan Strategi yang Digunakan

Strategi yang dipakai dalam trading dan investasi

Perbedaan yang keempat dari trading dan investasi adalah strategi yang digunakan saat bertransaksi. Strategi investor adalah meraih kekayaan dengan bunga majemuk dan dividen, sedangkan trader lebih bergantung pada waktu market, yakni harus jeli dalam menentukan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual saham.

Di samping itu, seorang investor akan membeli saham dari perusahaan yang berfundamental baik. Adapun trader, mereka akan membeli saham dari perusahaan yang berpotensi naik dalam waktu dekat.

5. Risiko dari Trading dan Investasi

Perbedaan risiko dalam trading dan investasi

Setiap transaksi dalam pasar modal tentu memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing. Kegiatan investasi memang terbilang minim kerugian, tetapi keuntungan yang kamu dapat dalam waktu singkat pun juga sedikit.

Sebaliknya, trading memiliki risiko yang relatif tinggi, tetapi keuntungan yang kamu dapat dalam waktu singkat pun juga cukup tinggi.

Itulah 5 perbedaan antara trading dan investasi. Tertarik untuk mulai terjun di dunia pasar modal? Yuk, persiapkan dulu skill dan keilmuan kamu dengan mengikuti program E-Learning dan Bootcamp bersama MySkill!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *