Forex Hedging

Forex Hedging

Hedging adalah langkah untuk melindungi diri Anda terhadap peristiwa negatif yang bisa membawa pasar bergerak melawan posisi awal Anda. Anda dapat memandang hedging sebagai langkah pengamanan apabila ada hal buruk yang terjadi pada trading Anda. Konsep dalam melakukan hedging sebenarnya terbilang sederhana.

Ada dua metode dalam melakukan hedging:

  • Direct Hedging (Hedging Langsung) adalah ketika Anda membeli suatu pasangan mata uang dan menjual pasangan mata uang tersebut pada saat bersamaan. Dalam kasus ini, portfolio trading Anda akan tetap seimbang karena setiap potensi kerugian akan ditutupi oleh trading yang Anda lakukan pada arah berlawanan tadi. Jadi, selama Anda menjaga posisi hedging Anda, tanggungan risiko (risk exposure) Anda bisa dijaga serendah mungkin sampai hampir nol.

  • Indirect Hedging(Hedging Tidak Langsung) adalah ketika Anda membeli/menjual suatu pasangan mata uang berkorelasi (yang saling berhubungan) sebagai upaya hedging terhadap tanggungan risiko posisi yang sedang Anda pasang dalam pasar (current market exposure). Karena kebanyakan broker Forex tidak memperbolehkan direct hedging, metode indirect hedging menjadi pilihan yang sangat berguna. Indirect hedging juga dikenal sebagai Pair Hedging.

Pendekatan yang baik dalam melakukan hedging adalah dengan membeli atau menjual pasangan mata uang yang lebih terkorelasi dengan pasangan mata uang yang sedang Anda perdagangkan. Misalnya, EUR/USD memiliki korelasi negatif pada kisaran 90% terhadap USD/CHF, sehingga jika Anda memiliki long exposure atas pasangan EUR/USD, Anda bisa melakukan hedging terhadap risiko Anda dengan mengambil posisi short atas pasangan USD/CHF.

Perlu diingat bahwa indirect hedging tidak akan pernah sepenuhnya menyamai portfolio Anda, karena jika Anda melakukan hedging terhadap posisi long EUR/USD dengan memasang short USD/CHF, artinya Anda hanya melakukan hedging terhadap tanggungan risiko USD Anda saja.

Dengan kata lain, masih ada exposure atau tanggungan risiko pada fluktuasi EUR dan CHF. Artinya, jika hanya kelompok mata uang EUR saja yang melemah, bisa saja pergerakan nilai pada EUR/USD tidak diikuti oleh pergerakan yang sama pada pasangan USD/CHF. Dengan demikian, agar indirect hedging bisa memiliki kemungkinan berhasil yang lebih tinggi, sebaiknya hanya gunakan pasangan mata uang dengan tingkat korelasi tinggi di atas +(-)80%.

Tips dan Trik dalam Melakukan Hedging

  • Demi mengelola tanggungan risiko dengan benar, Anda perlu punya punya pengaturan waktu yang baik. Level entry atau titik masuk Anda bisa dikatakan merupakan hal yang cukup penting. Maka dari itu Anda perlu mengoptimalkan kemampuan membaca price action
  • Salah satu hal terpenting untuk diingat adalah bahwa hedging memerlukan fleksibilitas tinggi. Karenanya, panduan hedging yang diberikan dalam artikel ini tidak seharusnya diikuti sepenuhnya tanpa sedikit modifikasi. Seiring bertambahnya pengalaman Anda sebagai trader, Anda dapat menjadi lebih mahir dan fleksibel dalam melakukan aktivitas trading jenis ini.
  • Hedging paling baik diterapkan pada pasar range-bound (rentang terikat).
  • Dalam melakukan direct hedge, jika salah satu trade telah mencapai titik di mana kemungkinan pembalikan sangatlah kecil, Anda bisa segera menutup hedge pada posisi untung dan menunggu pasar berbalik arah melawan posisi trade awal Anda.

Strategi Range Hedging

Strategi hedging yang menghasilkan kinerja paling baik dapat ditemukan pada pasar range-bound (rentang terikat); karena inilah kami merekomendasikan Anda yang masih pemula untuk membatasi penggunaan hedging hanya pada ranging market dan hanya menggunakan metode direct hedging.

Langkah pertama adalah mengidentifikasi rentang harga dengan menggambar garis-garis support dan resistance horizontal.

Kedua, andaikan ada sebuah sebuah situasi trade di mana kita membeli EUR/USD pada level support 1.1700 dan pada saat yang sama melakukan hedge dengan mengambil short pada 1.17001. Dengan cara ini, kita memitigasi tanggungan risiko kita.

Setelah masuk ke dalam trade, pasar bergerak naik dan melakukan retest pada level resistance. Kita sekarang menahan posisi long yang menampilkan keuntungan +120 pips dan posisi short yang menunjukkan pergerakan negatif dengan jumlah pips hampir sama. Kita kemudian menutup posisi menguntungkan dan menahan posisi short terbuka untuk mengantisipasi pasar bergerak lebih rendah dari level resistance.

Ternyata kemampuan membaca price action Anda terbukti benar, dan pasar bergerak ke bawah level resistance, memberi Anda kesempatan untuk menutup trade pada titik impas atau breakeven.

Anda boleh saja mengulang proses hedging ini setelah harga mencapai level resistance, tetapi demi menyederhanakan perkara, strategi hedging ini sudah cukup baik untuk memitigasi tanggungan risiko dan profit trading Anda pada saat bersamaan.

Kesimpulan tentang Hedging

Tujuan satu-satunya dari aktivitas hedging adalah untuk membatasi kerugian, sekaligus menjaga potensi untuk menghasilkan profit/keuntungan pada waktu yang sama. Ada harga untuk memasang hedging yang dapat membatasi tingkat potensi profit yang bisa Anda raup. Dengan demikian, penting juga untuk hanya melakukan mitigasi risiko ketika pasar bergerak berlawanan terhadap posisi awal Anda, namum belum cukup untuk membantah alasan teknis di balik posisi trading yang Anda pasang pada saat itu.

Disarankan untuk menggunakan strategi hedging ini hanya setelah Anda memiliki pemahaman penuh akan risiko yang dilibatkan, dan setelah mendapatkan pengalaman yang cukup untuk menguasai konsep-konsep hedging yang lebih mendasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *