Apakah Kripto Halal sebagai Jenis Instrumen Investasi?

Apakah Kripto Halal sebagai Jenis Instrumen Investasi?

Apakah kripto halal? (Foto: 123rf)

Apakah kripto halal? (Foto: 123rf)

Aset kripto mendadak jadi diminati untuk investasi. Banyak orang yang akhirnya berbondong-bondong membeli kripto lantaran fluktuasinya sangat cepat. Namun, masih ada yang mempertanyakan apakah kripto halal atau tidak untuk digunakan sebagai salah satu instrumen investasi?

Masalah ini pun membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara terkait aset kripto. Mereka menyampaikan bahwa kripto merupakan aset yang halal untuk dimiliki oleh siapa pun. Namun, aset ini bisa menjadi haram.

Nah, apa yang mendasari MUI menyebutkan fatwa tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini!

Apakah Kripto Halal?

Cryptocurrency mulai dipergunakan sejak 2009 sebagai mata uang digital. Beberapa negara pun sudah menggunakannya untuk banyak hal. Namun, berbeda dengan Indonesia yang menganut paham jelas dalam syariat agama Islam.

Namun, kepemilikan cryptocurrency masih bisa menjadi halal untuk kepentingan investasi. MUI menjelaskan bahwa kepemilikan kripto masih menjadi halal untuk dimiliki sebagai aset. Selain itu, aset kripto juga masih memenuhi syarat sil’ah atau bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memiliki manfaat.

Syarat tersebut juga yang memberikan keleluasaan mata uang kripto untuk diperjualbelikan. Mirip dengan emas atau saham, kamu tetap bisa membelinya saat harga sedang turun dan menjualnya saat harganya tinggi.

Aset Kripto Menjadi Haram

Sayangnya, kripto ditetapkan sebagai aset yang harap juga. MUI menilai bahwa aset kripto mengandung gharar dan dharar di dalamnya. Karena itu, aset ini tidak bisa digunakan sebagai alat tukar atau jual beli.

Gharar bermakna ketidakpastian dalam transaksinya. Tentunya hal tersebut tidak memenuhi ketentuan dalam syariah untuk digunakan sebagai alat tukar. Bisa jadi, salah satu pihak yang menggunakan kripto mengalami kerugian saat melakukan transaksi.

Sementara dharar berarti aset yang bisa menimbulkan kerusakan, kerugian, atau unsur penganiayaan di dalamnya. MUI menilai kripto bisa mengakibatkan pemindahan hak kepemilikan secara batil.

Bukan hanya itu, aset kripto sebagai alat tukar dan jual-beli juga bertentangan dengan UU No. 7 Tahun 2011 yang menjelaskan alat pembayaran sah di Indonesia. Seluruh transaksi jual-beli yang berlangsung di Republik Indonesia hanya bisa menggunakan uang rupiah. Selaras dengan Peraturan Bank Indonesia No. 17 Tahun 2015 yang mengatur kewajiban penggunaan rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Aset Kripto yang Legal di Indonesia

Apakah kripto halal?

Perdagangan aset kripto masih diperbolehkan di Indonesia. Hal ini sudah diatur dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Bappebti sudah menuangkannya dalam Peraturan Bappebti No. 2 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.

Dengan kata lain, kamu tetap bisa membeli mata uang kripto sebagai investasi. Sudah banyak pilihan aset kripto yang bisa didapatkan di Indonesia. Menurut Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi No. 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto, terdapat 229 kripto legal di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *